Kemenangan Sipil(?) dan Desentralisasi: Lokalisasi Kekuasaan Pasca Orde Baru
Ketika kita mendengar terminologi “desentralisasi”, selalu saja kita mengkonotasikannya dengan “lawan dari otoritarianisme” (baca: Suharto jatuh!), yang merupakan episode lanjutan sejarah kontemporer Indonesia yang seringkali dipahami sebagai kemenangan sipil (dalam beberapa hal, tidak salah). Ide dasar Vedi R. Hadiz dalam buku Lokalisasi Kekuasaan di Indonesia Pascaotoritarianisme ini adalah tidak menerima begitu saja asumsi-asumsi teori neoliberalisme dan neoinstitusionalisme dalam…
Tedjabayu, Redupnya Satu Generasi Mutiara Intelektual Indonesia
Sekitar sedekade lalu, Abdul Wahid, seorang sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti tentang lenyapnya satu generasi intelektual Indonesia pada saat berlangsungnya operasi antikomunis oleh militer Indonesia menyusul terjadinya Gerakan 30 September (G30S) 1965. Operasi perburuan terhadap seluruh elemen politik yang dianggap Kiri maupun bersimpati terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) oleh Angkatan Darat menyasar semua kalangan…
Sifilis Era Kolonial: Ulasan Buku Civilisatie/Syphilisatie
Membicarakan sejarah kesehatan sering kali terjebak pada aspek medis semata. Namun, dalam ulasan buku Civilisatie/Syphilisatie: Penyakit Kelamin di Jawa 1814-1942 karya Gani A. Jaelani ini, kita akan melihat bagaimana sebuah penyakit menjadi cermin dari carut-marut sosial, politik, dan ekonomi di masa kolonial. Lewat ulasan buku ini, saya ingin membedah bagaimana narasi kesehatan sebenarnya berkaitan erat…