Pengalaman Penyintas 1965 dalam Neraka Penjara Orde Baru
Terjadinya Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965 segera saja diikuti dengan aksi perburuan, penangkapan, pemenjaraan, penyiksaan, dan bahkan pembunuhan massal terhadap orang-orang yang dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) maupun organisasi massa yang dianggap bernaung di bawahnya. Hanya dalam tempo yang amat singkat sejak penculikan dan pembunuhan terhadap jenderal Angkatan Darat oleh Pasukan Tjakrabirawa…
Kemenangan Sipil(?) dan Desentralisasi: Lokalisasi Kekuasaan Pasca Orde Baru
Ketika kita mendengar terminologi “desentralisasi”, selalu saja kita mengkonotasikannya dengan “lawan dari otoritarianisme” (baca: Suharto jatuh!), yang merupakan episode lanjutan sejarah kontemporer Indonesia yang seringkali dipahami sebagai kemenangan sipil (dalam beberapa hal, tidak salah). Ide dasar Vedi R. Hadiz dalam buku Lokalisasi Kekuasaan di Indonesia Pascaotoritarianisme ini adalah tidak menerima begitu saja asumsi-asumsi teori neoliberalisme dan neoinstitusionalisme dalam…
Tedjabayu, Redupnya Satu Generasi Mutiara Intelektual Indonesia
Sekitar sedekade lalu, Abdul Wahid, seorang sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti tentang lenyapnya satu generasi intelektual Indonesia pada saat berlangsungnya operasi antikomunis oleh militer Indonesia menyusul terjadinya Gerakan 30 September (G30S) 1965. Operasi perburuan terhadap seluruh elemen politik yang dianggap Kiri maupun bersimpati terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) oleh Angkatan Darat menyasar semua kalangan…